Ku nak mulai tulisan ku ni kek hitungan Siko..Due..Tige..
Walaupun saya belum fasih dan paham bahasa Bangka, setidaknya saya sudah bs menghitung satu dua tiga dalam bahasa sini..
Bagaimana pun bahasa adalah bagian dari sebuah Budaya. Tp saya tidak mau membahas mengenai Bahasa karena saya pun pendatang baru disini yang belum paham benar.
Apa yang kamu kenal ttg Bangka Belitung? Martabak, Amoy, dan Mie Ayam Bangka. Jujur, martabak disini memang T.O.P B.G.T deh. Tp kok sampai sekarang saya belum menemukan Mie Ayam Bangka,, memang ada beberapa kedai Mie Ayam di sini tp kok agak susah ya mencari yg bs saya konsumsi (baca: halal ). Oke lah,,kita bahas kulinernya kapan2 aja.
Pangkalpinang adalah ibu kota propinsi dari Propinsi Kep.Bangka Belitung. Ada 2 kota yang cukup besar di Babel, Pangkalpinang dan Sungailiat. Jika diibaratkan Jabotabek, kota Pangkalpinang adalah Jakarta dan Sungailiat adalah Bogor-nya. Sama halnya dengan Jakarta, sebagai ibu kota provinsi kegiatan ekonomi dan perdagangan mendominasi aktifitas warga sini. Tp untungnya kota ini tidak sesemrawut Jakarta atau kota2 besar lainnya. Tata kota-nya pun cukup rapih,,walau kalah rapih dan bersih dari kota Sungailiat yang berjarak sekitar 40KM dari Pangkalpinang.

Penduduk Bangka Belitung terdiri dari berbagai macam etnis, ada Tionghoa, Melayu, Jawa, dll. Mereka merata di semua tingkatan sosial dan segala macam jenis pekerjaan. Dari dulu hingga sekarang mereka hidup berdampingan dengan damai. Bahkan ketika kerusuhan 97-98, ketentraman etnis-etnis disini sama sekali tidak terpengaruh. Makanya BaBel sering disebut sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia .

Dulu, dalam pikiran saya tipikal orang Babel seperti tipikal orang sumatera umumnya yang (maaf) agak “keras”. Tapi ternyata pikiran saya salah, mereka sangat ramah. Saat kita melempar senyum maka mereka tak segan untuk membalasnya *terutama para amoy.. LOL*. Bahkan beberapa kali di lampu merah warga sini sempat mengajak ngobrol saya.
Seperti apa yang saya tulis sebelumnya, hiburan disini jauh sekali dibanding dengan Jakarta, Bandung, atau Jogjakarta. hanya ada 2 pusat perbelanjaan yang itupun hanya sekelas Ramayana *mati gaya dah gw disini*. Sebagian besar warga sini menghabiskan hari libur dengan berwisata ataupun berkunjung ke rumah sanak saudara. Pada akhir pekan, Lapangan Merdeka adalah jadi tempat favorit warga Pangkalpinang untuk berkumpul. Mulai dari anak-anak, remaja sampai kakek-nenek (yang sedang nostalgia). Eits jangan salah gak hanya akhir pekan saja lho kehidupan malam bergeliat, hari rabu malam juga jadi “jadwal ngapel”-nya anak-anak muda disini. *mikir juga kalo punya cewek bangka,,bisa2 kantong ini jebol harus ngapel 2x seminggu..:)*

Yang pasti hingga saat ini saya sangat menikmati BaBel dengan segala keindahan dan kenyamanannya.. *meski kerinduan akan Jakarta masih sangat amat besar…:)*
NB: Ada yg penasaran dengan Pantai di BaBel?? tunggu postingan selanjutnya ya… ^^