Jul 4

Suatu hari di RSUD Pangkalpinang, Bangka-Belitung :

Pasien : Jadi gigi saya harus ditambal??? biayanya kira2 berapa,Dok??
Dokter : Ya tergantung dari bahan tambalannya.
Pasien : Apa aja tuh, Dok?
Dokter : Tentu saja yang terbaik adalah Gold Foil alias Emas,,tahan 40-60tahun.
Pasien : *berpikir : gawat..bisa jadi rebutan anak cucu kalo gw mati* Jangan itu Dok..pasti mahal banget.
Dokter : Tentu saja ada yg lain. Resin Komposit, warnanya putih dan tahan lama.
Pasien : *berpikir : buat apa warna putih,,toh untuk gigi geraham (belakang)* Yang lain aja Dok..
Dokter : Glass Ionomer, warnanya putih tapi tidak terlalu tahan lama sekitar 5 tahun.
Pasien : *berpikir : geraham kan untuk mengunyah,,tambalannya harus tahan lama* Yang lain lagi deh Dok..
Dokter :*mengerutkan dahi* Amalgam, harganya terjangkau, murah, dan tahan lama tapi warnanya hitam pekat.
Pasien : *berpikir : tambalan jenis apa tuh??namanya saja cukup seram dan warnanya hitam pula jangan2 ia satu jenis mineral dengan aspal* Ga ada yang lain lagi Dok?
Dokter : *menghela nafas panjang* Ada yang paling murah, warnanya keabu-abuan, dan sangat amat tahan lama karena telah diakui dunia.
Pasien : *antusias* Waahh…apa tuh Dok?? Saya mau deh yang itu aja..
Dokter : Bawa ini *memberi si pasien sebuah mangkok kecil*
Pasien : Lho,,kok mangkok??buat apa Dok????? *heran*
Dokter : Kamu pergi ke belakang rumah sakit. Disana ada tambang timah,,mintalah semangkok timah !!!
Pasien : ???!@#$%^&*

Read the rest of this entry »

Jun 9

Dalam sebuah wawancara :

Interviewer : Nanto, hobi kamu apa?
Saya : Hmm…Travelling, Fotografi dan Menulis, Bu… *akh,tampaknya dia tau saya ga jago nulis*
Interviewer : Travelling??Daerah mana yang kamu ingin kunjungi?
Saya : Hmm..Raja Ampat, Lombok dan Belitung, Bu.
Interviewer : Kamu mau gak ditempatin di Pangkalpinang? Kamu tau kan Pangkalpinang dimana?
Saya : Kalo gak salah di Sumatera Bu. Tp saya lupa dimana persisnya.. *mungkin kota itu belum ada di buku geografi,,wkwkwk..*
Interviewer : Kamu tau Laskar Pelangi?
Saya : Ooo iya tau Bu..di Bangka Belitung,Bu.
Interviewer : Sanggup kan disana? kan tadi katanya mo ke Belitung. Enak lho disana bisa jalan2 dan foto2 *sial,rayuan yg satu ini sulit untuk ditolak*
Saya : Iya deh Bu saya siap.. **!@#@#$#$#%* ..:(*

Itulah “kepolosan” yang membawa saya ketempat ini. Pulang dari wawancara saya langsung tanya mbah google tentang tempat-tempat wisata disana *heii..lo mo kerja atau jalan2??*. Dari sekian banyak wejangan Mbah google, dapatlah salah satu nama pantai, yaitu Pantai Matras.

Buat saya, ini adalah salah satu perjalanan terbaik saya. Saat itu adalah hari ke-6 saya disini. Malamnya saya sempatkan main ke Gramedia,,mencoba mencari peta Bangka Belitung. Tapi apa yg saya dapat?sungguh sial..petanya tidak detail dan harganya mahal pula. Akhirnya saya cuma mencoba merekam isi peta itu sekedarnya dalam memory kepala saya yg sudah penuh sesak ini. Dan satu-satunya informasi yang saya dapat dari warga sini adalah, “Jalan saja lurus!!!“.

Read the rest of this entry »

May 26

Tadinya saya mau menulis tentang wisata pantai di Bangka,,tapi rencana itu saya pending dulu karena saya teringat bahwa besok adalah hari yang penting buat saya.

Mungkin besok adalah jadi hari yang paling saya tunggu-tunggu seumur hidup saya. Ya,besok untuk pertama kalinya saya pulang mudik dalam masa perantauan saya di pulau ini. Mungkin ini tidaklah terlalu spesial *atau bahkan ini terlalu lebay?*, karena saya baru beberapa bulan di sini. Tapi saya rasa semua teman2 bernasib sama (baca: merantau) bisa merasakan bahwa mudik pertama seems to be a big enthusiasm.

Pertama kali meninggalkan keluarga adalah hal terberat dalam hidup saya. Bukan karena manja ataupun saya anak bungsu,,tapi ini lebih karena sebuah keadaan *maaf saya belum sanggup menceritakan keadaan itu*.

Setiap saya telepon ibu, dia selalu bertanya “Tanggal 27 jadi pulang?mau dimasakin apa??”. Jujur, bukannya seneng malah hati saya sedih banget. Saya gak mau diperlakukan spesial ketika pulang nanti,,karena semakin saya diperlakukan spesial itu akan membuat saya berat untuk meninggalkan mereka lagi.

Dulu seorang teman bercerita ttg pengalamannya. Dia cerita “Setiap gw pulang pasti nyokap selalu nelpon sepanjang perjalanan, lalu dia selalu menunggu gw di depan gerbang”. Kalo teringat cerita itu saya cuma selalu berharap semoga hal seperti itu gak terjadi esok,,saya hanya ingin semuanya berjalan normal seperti saya dulu hidup di Jakarta.

Insyaallah besok saya take-off sore hari menggunakan pesawat Mandala. Semoga perjalanan besok berjalan lancar, dan tiba di rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun *amieeennn….*.

Bangka, 26 Mei 2010.


May 16

Ku nak mulai tulisan ku ni kek hitungan Siko..Due..Tige..

Walaupun saya belum fasih dan paham bahasa Bangka, setidaknya saya sudah bs menghitung satu dua tiga dalam bahasa sini.. :) Bagaimana pun bahasa adalah bagian dari sebuah Budaya. Tp saya tidak mau membahas mengenai Bahasa karena saya pun pendatang baru disini yang belum paham benar.

Apa yang kamu kenal ttg Bangka Belitung? Martabak, Amoy, dan Mie Ayam Bangka. Jujur, martabak disini memang T.O.P B.G.T deh. Tp kok sampai sekarang saya belum menemukan Mie Ayam Bangka,, memang ada beberapa kedai Mie Ayam di sini tp kok agak susah ya mencari yg bs saya konsumsi (baca: halal ). Oke lah,,kita bahas kulinernya kapan2 aja.

Pangkalpinang adalah ibu kota propinsi dari Propinsi Kep.Bangka Belitung. Ada 2 kota yang cukup besar di Babel, Pangkalpinang dan Sungailiat. Jika diibaratkan Jabotabek, kota Pangkalpinang adalah Jakarta dan Sungailiat adalah Bogor-nya. Sama halnya dengan Jakarta, sebagai ibu kota provinsi kegiatan ekonomi dan perdagangan mendominasi aktifitas warga sini. Tp untungnya kota ini tidak sesemrawut Jakarta atau kota2 besar lainnya. Tata kota-nya pun cukup rapih,,walau kalah rapih dan bersih dari kota Sungailiat yang berjarak sekitar 40KM dari Pangkalpinang.

pgk1

Penduduk Bangka Belitung terdiri dari berbagai macam etnis, ada Tionghoa, Melayu, Jawa, dll. Mereka merata di semua tingkatan sosial dan segala macam jenis pekerjaan. Dari dulu hingga sekarang mereka hidup berdampingan dengan damai. Bahkan ketika kerusuhan 97-98, ketentraman etnis-etnis disini sama sekali tidak terpengaruh. Makanya BaBel sering disebut sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia .

pgk3

Dulu, dalam pikiran saya tipikal orang Babel seperti tipikal orang sumatera umumnya yang (maaf) agak “keras”. Tapi ternyata pikiran saya salah, mereka sangat ramah. Saat kita melempar senyum maka mereka tak segan untuk membalasnya *terutama para amoy.. LOL*. Bahkan beberapa kali di lampu merah warga sini sempat mengajak ngobrol saya.

Seperti apa yang saya tulis sebelumnya, hiburan disini jauh sekali dibanding dengan Jakarta, Bandung, atau Jogjakarta. hanya ada 2 pusat perbelanjaan yang itupun hanya sekelas Ramayana *mati gaya dah gw disini*. Sebagian besar warga sini menghabiskan hari libur dengan berwisata ataupun berkunjung ke rumah sanak saudara. Pada akhir pekan, Lapangan Merdeka adalah jadi tempat favorit warga Pangkalpinang untuk berkumpul. Mulai dari anak-anak, remaja sampai kakek-nenek (yang sedang nostalgia). Eits jangan salah gak hanya akhir pekan saja lho kehidupan malam bergeliat, hari rabu malam juga jadi “jadwal ngapel”-nya anak-anak muda disini. *mikir juga kalo punya cewek bangka,,bisa2 kantong ini jebol harus ngapel 2x seminggu..:)*

pgk2

Yang pasti hingga saat ini saya sangat menikmati BaBel dengan segala keindahan dan kenyamanannya.. *meski kerinduan akan Jakarta masih sangat amat besar…:)*

NB: Ada yg penasaran dengan Pantai di BaBel?? tunggu postingan selanjutnya ya… ^^

May 2

“Jika Dulu Arai dan Ikal mengejar mimpi,,maka Aku sekarang Dikejar Mimpi”

Itu adalah status FB yang saya tulis di salah satu hari terpenting dalam hidup saya. Jika dulu Arai dan Ikal harus mengejar mimpi-mimpinya dari Bangka-Belitung (BaBel) ke Jakarta,, kini hal itu berbalik pada saya yang harus meninggalkan kota Jakarta menuju BaBel, tepatnya di kota Pangkal Pinang (Ibu Kota Propinsi Kep.Bangka-Belitung)

Take Off dari Bandara Soekarno-Hatta hari minggu 4 April 2009 pukul 9.45 dan Landing di Bandara Depati Amir sekitar pukul 11.00. Sesaat sebelum mendarat, dari atas udara kita bisa melihat hamparan pantai-pantai berpasir putih yang mengelilingi BaBel. Seketika langsung terbayang tempat-tempat indah untuk meyalurkan hobi saya, fotografi… :) Dan ketika mendarat, kesan pertama yang saya dapat disini adalah PANASSS.. *huffth…*. Yup,,seperti daerah-daerah berpantai lainnya memang BaBel “dianugerahi” dengan sinar matahari yang  terik dan menyengat.  Menunggu sekitar 15menit untuk menunggu jemputan dari teman. Rasa panas itu seketika hilang ketika menuju ke pusat kota melalui jalanan-jalanan kota yang sangat lengang dan bersih untuk ukuran sebuah Ibu Kota Propinsi. Dalam hati saya berkata “Ini tempat yang gw cari..”, jauh dari kemacetan, sampah dan polusi.

Besok adalah tepat 1 bulan saya tinggal di kota ini. Secara umum saya merasa nyaman dan aman selama disini. Namun, sayang biaya hidup disini cukup mahal dan mungkin setara dengan Jakarta. Hal ini wajar karena hampir seluruh komoditas di pulau ini tergantung pada suplai dari kota lain, seperti Jakarta dan Palembang. Selain biaya hidup yang mahal, disini juga susah banget menemukan tempat hiburan.. :( Jangankan ada Bioskop 21, saluran TV pun cuma ada RCTI dan Indosiar, jadi dengan terpaksa tiap hari hiburan saya cuma Take Me Out dan Sinetron.. *huuhh…padahal dulu benci banget acara2 itu..*

Nanti di postingan berikutnya saya akan tulis mengenai kultur, aktifitas dan segala macam tentang masyarakat BaBel. Nah,,sampai disini dulu ya postingan kali ini..soalnya acara Take Me Out mau dimulai niih… *oke ladies..tunjukan pesonamu.. hihihihi..*

« Previous Entries